Singkil, 06 April 2026 – Peningkatan kualitas akademik mahasiswa hukum tidak terlepas dari penguasaan data lapangan yang akurat dan kredibel. Hal inilah yang mendasari kunjungan Jumadi , mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dari Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdurrahman (STAISAR) Aceh Singkil ke Kantor Mahkamah Syar'iyah Singkil pada Senin pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengumpulan data penelitian guna penyusunan proposal skripsi yang menjadi syarat mutlak diperolehnya gelar sarjana hukum.
Ada hal yang menarik dalam proses birokrasi penelitian kali ini. Sebelum menginjakkan kaki di kantor MS Singkil, Jumadi telah memanfaatkan kemudahan teknologi yang disediakan oleh lembaga peradilan tersebut. Sesuai dengan prosedur modern yang diterapkan MS Singkil, mahasiswa yang bersangkutan terlebih dahulu menghubungi layanan Call Center untuk berkonsultasi mengenai prosedur penelitian.
Langkah selanjutnya adalah pengisian formulir secara mandiri melalui platform digital pada fitur Layanan Magang dan Penelitian (LAYANGAN) . Sistem ini memungkinkan para pembelajar untuk mengunggah surat pengantar dari kampus dan mengisi instrumen penelitian tanpa harus mengantre lama di loket fisik.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua MS Singkil menekankan bahwa pelaksanaannya sangat terbuka bagi mahasiswa yang ingin membedah dinamika hukum secara praktis. Beliau berharap penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa STAISAR dapat memberikan kontribusi pemikiran, baik bagi pengembangan khazanah hukum Islam maupun sebagai masukan bagi peningkatan layanan di MS Singkil.
Kegiatan penelitian ini menjadi bukti nyata adanya sinergi yang kuat antara STAISAR Aceh Singkil sebagai lembaga pendidikan tinggi lokal dengan Mahkamah Syar'iyah Singkil sebagai lembaga yudikatif.
Kerja sama ini diharapkan terus menerus guna mencetak kader-kader praktisi hukum yang tidak hanya menguasai teori di bangku kuliah, tetapi juga memahami realitas praktik hukum di konferensi. Dengan prosedur layanan yang sudah terdigitalisasi, MS Singkil membuktikan diri sebagai instansi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat akademik di era digital.


